Jadwalkan Hambur, BPTP Gorontalo Dukung Penerapan Sistem Jarwo 4:1

BPTP Gorontalo menghadiri kegiatan sekolah lapang yang diselenggarakan di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo.(23/07/2021)

Jumat (23/07/2021), BPTP Gorontalo menghadiri kegiatan sekolah lapang yang diselenggarakan di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Camat Tolangohula, Kepala Desa Sidoarjo serta KJF dan penyuluh pendamping Kecamatan Tolangohula.
 
Hadir sebagai pembicara dalam acara sekolah lapang tersebut peneliti muda BPTP Gorontalo, Nanang Buri menyampaikan materi tentang sistem tanam jajar legowo. Materi yang disampaikan mendapat antusias dari peserta sekolah lapang yang merupakan petani yang tergabung di Gapoktan di Kecamatan Tolangohula.
 
Sekolah lapang kali ini menjadi pertemuan rembug pertama dari serangkaian agenda sekolah lapang di Kecamatan Tolangohula. Pada pertemuan tersebut petani tidak hanya mendapat materi dan berdiskusi tentang kendala di lapangan, namun juga dilakukan musyawarah jadwal hambur di Desa Sidoarjo. Hal ini disepakati bahwa jadwal hambur untuk musim tanam ke-2 akan dilaksanakan di minggu terakhir bulan Juli ini.
 
Dalam laporannya Koordinator BPP Tolngohula menyampaikan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang ini terdapat 7 kelompok tani (poktan) dari Desa Sidoarjo. Dengan masing-masing 4-5 orang perwakilan poktan. "Pertemuan sekolah lapang ini terbagi dalam 6 kali pertemuan, dengan pertemuan pertama ini akan kita isi dengan materi an rembug tani. Untuk pertemuan selanjutnya akan diisi dengan teknis, temu lapang serta praktek di lapangan," imbuh Endang, S.Pkp, selaku koordinator BPP Tolangohula.
 
Kepala Bidang Penyuluhan dinas pertanian provinsi Gorontalo juga menyampaikan kepada petani agar penerapan sistem tanam jajar legowo akan dilaksanakan dengan baik. Hal ini untuk membantu peningkatan produksi padi di Desa Sidoarjo. Terlebih dengan sistem tanam tersebut pengendalian OPT dapat dilakukan dengan maksimal karena sistem jarwo 4-1 memiliki lorong kosong di sela baris yang memudahkan petani untuk melakukan aplikasi pestisida.
 
Dari hasil penelitian Badan Litbang Pertanian pun diketahui bahwa tanam tipe legowo 4:1 lebih menguntungkan karena lebih efektif dan efisien dalam biaya produksi terutama pupuk dan benih sehingga dapat memberikan hasil produksi gabah yang lebih tinggi. Dengan keuntungan ini diharapkan petani, khususnya yang ada di Desa Sidoarjo mau menerapkan sistem tanam ini di lahan mereka.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli