G20 MACS di Bali Bahas Empat Isu Prioritas Pertanian Global

Pertemuan tahunan G20 MACS, didasarkan pada inisiatif para menteri pertanian negara-negara G20 untuk menjawab isu spesifik maupun pertanyaan-pertanyaan sentral di bidang pertanian dan juga gizi, yang dianggap terlalu besar untuk diselesaikan hanya dengan upaya nasional.

Sebagai bagian dari pertemuan Agriculture Working Group (AWG), diselenggarakan pertemuan G20 Meeting of Agricultural Chief Scientists (MACS) ke-11, di Bali, Indonesia pada 5 – 7 Juli 2022. MACS mengusung tema “Sustainable intensification to meet food security and environmental objectives” dan menjadi kegiatan pertama AWG-G20 yang diselenggarakan secara offline.

Pertemuan tahunan G20 MACS, didasarkan pada inisiatif para menteri pertanian negara-negara G20 untuk menjawab isu spesifik maupun pertanyaan-pertanyaan sentral di bidang pertanian dan juga gizi, yang dianggap terlalu besar untuk diselesaikan hanya dengan upaya nasional.

Pada pertemuan ini, para ahli dari negara anggota G20, negara tamu dan beberapa lembaga internasional dipimpin Kepala Balitbangtan Prof. Dr. Fadjry Djufry, M.Si sebagai Chair, membahas empat isu prioritas pertanian global yang diajukan oleh Indonesia, yaitu kebijakan ketahanan pangan pasca pandemi Covid-19; Climate Ressilient Agriculture; Food Loss and Waste (FLW) serta Digital Agriculture and Traceability. Pertemuan ditutup dengan remarks dari India sebagai G20 Presidensi di tahun 2023.

Sebagai rangkaian pertemuan, pada hari ketiga diselenggrakan kunjungan lapang ke Subak Jatiluwih. Subak sebagai salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat petani di Bali merupakan organisasi yang khusus mengatur tentang manajemen atau sistem pengairan/irigasi sawah.

Anggota G20 menyadari bahwa hasil penelitian pertanian, teknologi, serta inovasi memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung produktivitas dan produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik. Sehingga setiap keberhasilan dalam pendekatan maupun implementasi setiap negara perlu dibagikan di antara anggota G20 sebagai solusi bersama.

Sumber: Humas Balitbangtan, @Agroinovasi Balitbangtan Kementan

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli