Dukung Diversifikasi Pangan, BPTP Gorontalo Diseminasikan Varietas Sorgum Kaya Gizi Nan Sehat
Display varietas unggul sorgum merupakan bagian dari diseminasi inovasi teknologi Balitbangtan, yang bertujuan untuk mempercepat hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan khususnya tanaman Sorgum. Sorgum perlu di dorong untuk diperkenalkan karena merupakan tanaman multiguna, mulai dari batang sampai biji sorgum dapat di manfaatkan baik sebagai sumber pangan, pakan, energi dan bahan baku industri. Tanaman karbohidrat ini masih satu keluarga dengan padi, jagung dan gandum. Kandungan nutrisinya pun tak kalah dari beras. Diseminasi varietas Sorgumpun diharapkan mendukung program diversifikasi pangan yang digalakkan Kementerian Pertanian.
Muhamad Yusuf Antu, selaku peneliti di BPTP Gorontalo mengungkapkan bahwa tanaman Sorgum mengandung serat pangan yang dibutuhkan tubuh (dietary fiber), beberapa senyawa fenolik sorgum diketahui memiliki aktivitas antioksidan. "Sorgum memiliki senyawa antitumor dan kandungan free gluten serta indeks glikemik (IG) rendah yang baik untuk diet gizi khusus," tambah beliau.
Diseminasi varietas sorgum oleh BPTP Gorontalo ini menjadi salah satu upaya mengenalkan tanaman sorgum ke masyarakat agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan fungsional selain padi dan jagung. Patta Sija, peneliti ahli BPTP Gorontalo menjelaskan bahwa terdapat 9 (sembilan) varietas unggul sorgum hasil inovasi Balitbangtan yang didiseminasikan oleh BPTP Gorontalo. Diantaranya yaitu varietas Super 1, Super 2, Soper 7, Soper 9, Bioguma 1, Bioguma 2, Bioguma 3, Numbu, dan varietas Kawali. Kesembilan varietas ini ditanam di Desa Bulotalangi Timur Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango.
Selain display varietas sorgum, di lokasi tersebut juga dilakukan kegiatan kaji terap 7 varietas sorgum untuk mengetahui daya adaptasi varietas tersebut. Kedepannya akan dilakukan uji multilokasi (UML) 11 galur sorgum untuk mendapatkan calon varietas baru. "Untuk menganalisis pertumbuhan tanaman sorgum, telah dilakukan pengamatan dan pengambilan data tanaman sorgum meliputi luas daun untuk mengitung indeks luas daun, sampel tanaman untuk menghitung bobot kering total tanaman dan intensitas cahaya matahari untuk menghitung besarnya energi matahari yang diintersepsi dan diabsorpsi tanaman sorgum," lanjut Patta.