Didaulat Jadi Juri Lomba P2L, BPTP Gorontalo Salut Dengan Kualitas Peserta

Ari Abdul Rouf, SPt., M.Si, Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian mewakili BPTP Gorontalo menjadi juri dalam ajang perlombaan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diadakan oleh Dinas Pangan Provinsi Gorontalo

Senin (01/11/2021), bertempat di Aula Bank Indonesia Provinsi Gorontalo,  BPTP Gorontalo kembali ditugaskan menjadi juri dalam ajang perlombaan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diadakan oleh Dinas Pangan Provinsi Gorontalo. Penilaian lomba tahun ini dilaksanakan secara daring mengingat masih mewabahnya Covid-19.  Bertindak sebagai dewan juri berasal dari  perwakilan Bank Indonesia, Dinas Pangan Provinsi, BPTP Gorontalo serta Universitas Muhamadiyah  Gorontalo. Adapun juri BPTP Gorontalo diwakilkan oleh Ari Abdul Rouf, SPt., M.Si, Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian.

Tujuan dari lomba P2L ini sendiri yaitu sebagai apresiasi kelompok pelaksana P2L yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Ditambah untuk mendorong pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar. Sehingga dengan adanya program P2L ini setiap rumah tangga didorong untuk berdaya lewat tanaman yang dibudidayakan sendiri di lingkungannya masing-masing.

Peserta lomba merupakan perwakilan dari setiap kabupaten/kota se-provinsi Gorontalo. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok tahap penumbuhan, tahap pengembangan dan tahap mandiri. Penilaian pelaksanaan kelompok dilakukan pada 3 wilayah kegiatan yaitu Kebun bibit, Demplot dan pelaksaaan P2L di rumah tangga.

"Pemenuhan ketahanan pangan keluarga dapat dikembangkan tidak hanya pertanian, namun bisa juga dengan mengembangkan integrasi seperti ternak ayam KUB atau dengan perikanan sehingga pemenuhan pangan lebih beragam, konsep integrasi dan digital farming dan e-commerce hal yg perlu terus dikembangkan kedepan" Harap Ari.

Dalam penjurian kali ini tedapat beberapa kategori penilaian seperti produksi bibit, distribusi, orientasi produk, luas demplot, pemanfaatan hasil, jumlah tanaman di rumah tangga, kontinuitas pertanaman, pemanfaatan tanaman rumah tangga, pasca panen serta inovasi teknologi yang digunakan. 

Dengan adanya lomba semacam ini diharapkan masyarakat makin terdorong memanfaatkan lahan di lingkungannya masing-masing. Dengan begitu selain mendapatkan sayuran dan buah yang sehat, juga mampu berdaya secara ekonomi dengan orientasi pasar yang dibentuk.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli