Daya Adaptasi beberapa Varietas Padi Gogo di Bawah Naungan Kelapa

Para Peneliti,Penyuluh,dan Teknisi Litkayasa melakukan monitoring padi gogo (10/03/2021) Foto. BPTP Gorontalo

Keterbatasan lahan merupakan salah satu kendala dalam produksi pertanian khususnya tanaman pangan. Menjawab tantangan tersebut  maka BPTP Gorontalo melakukan Kajian Padi Gogo dibawah Naungan. Hal ini mempertimbangkan bahwa di Provinsi Gorontalo terdapat lahan perkebunan yang masih dapat dimanfaatkan untuk penanaman padi gogo dengan syarat bahwa  intensitas naungan dibawah 40 persen.

“Terdapat 2 faktor yang menjadi pengamat kajian ini yaitu varietas dan intensitas cahaya, Varietas yang digunakan adalah 5 varietas unggul baru yang dihasilkan Balitbangtan yaitu Rindang 2, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 11 dan Inpago 12 serta padi lokal Ponelo”  jelas Ari Abdul Rouf, M.Si selaku PJ Kegiatan tersebut. Varietas tersebut dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan seperti toleran terhadap naungan dan kekeringan, memiliki potensi produksi yang cukup tinggi, tahan hama dan penyakit tertentu dan yang terpenting sesuai dengan preferensi masyarakat yaitu bertekstur pulen.

Selain varietas, komponen teknologi yang diintroduksi pada kegiatan ini adalah perlakuan benih padi (fungisida dan insektisida), penggunaan pupuk organik dan biodekomposer, pemupukan berimbang berdasarkan hail Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), jarak tanam legowo 2:1 guna meningkatkan populasi tanaman serta aplikasi Bioprotektor dalam pengendalian hama tanaman.

Fakta menunjukan bahwa masyarakat Gorontalo sudah lama menanam padi gogo, dimana tanaman ini akan mudah dijumpai di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara saat memasuki musim penghujan. Harapannya dengan dilakukan kajian ini maka dapat dihasilkan paket teknologi budidaya padi gogo yang optimal khususnya untuk penanaman dibawah naungan.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli