BSIP GORONTALO MENDUKUNG KONSERVASI LAHAN PERTANIAN DI PROVINSI GORONTALO
Jumat (20/10/2023) Kepala BSIP Gorontalo, Dr. Sumarni Panikkai, S.P., M.Si. mengikuti Rapat Koordinasi Konservasi Lahan Pertanian Tingkat Provinsi Gorontalo sebagai salah satu program Pertanian Cerdas Iklim (PCI) yang berlangsung di Ruang Rapat BAPPEDA Provinsi Gorontalo. Rapat diprakarsai oleh Perkumpulan Jaring Advokasi Pengelolaan Sumberdaya Alam (JAPESDA) Gorontalo bekerjsama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango turut dihadiri oleh BAPPEDA Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, Dinas terkait di tingkat Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah VII Bone Bolango, SPTN I Limboto – Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Bone Bolango, Pemerhati Lingkungan Hidup dan Direktur Japesda beserta tim.
Project Leader JAPESDA dalam paparannya menyampaikan bahwa “kegiatan dilaksanakan di Desa Ilomata Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango. Terdapat 4 permasalahan yang dihadapi masyarakat desa Ilomata dan menjadi temuan terkini dan isu yang perlu perhatian dan problem solving, yaitu perubahan budaya pertanian dari crop rotation dan multicropping menjadi monokultur menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati sumber pangan lokal dan perubahan landscape pertanian, potensi ekonomi produk unggulan kawasan pedesaan masih belum dikelola secara maksimal (nira, tanaman pertanian, wisata), ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya hutan Kawasan TNBNW masih sangat tinggi, dan beberapa praktek perambahan dan perburuhan di kawasan taman nasional masih terjadi. Oleh karena itu dukungan dari stakeholder yang hadir dalam rapat koordinasi ini sangat diharapkan”, mengakhiri paparannya.
Kepala BAPPEDA Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sadiki, mewakili Pemerintah Provinsi sangat mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup melalui koservasi lahan pertanian di Desa Ilomata dan semoga menjadi replika di desa lainnya di Gorontalo. Lebih lanjut dikatakan, “Gorontalo adalah tanah di mana kita hidup maka harus dijaga kelestariannya agar menjadi warisan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan data akurat terkait lahan-lahan yang perlu dikonservasi sehingga program atau kegiatan terkait dengan hal tersebut, khususya kebijakan pengelolaan pertanian tepat sasaran. Menyadari pentingnya data yang akurat, Pemerintah Provinsi telah membangun pengelolaan data melalui program Gorontalo Satu Data (GSD)”. “Dukungan BAPPEDA Kabupaten Bone Bolango terhadap terhadap konservasi dan petanian berkelanjutan telah dirumuskan dalam kebijakan pembangunan yang dibagi dalam 4 kebijakan, yaitu green public services, melindungi lingkungan hijau, security food, dan infranstruktur berkelanjutan”, demikian disampaikan Basir Nono (Kepala BAPPEDA Kabupaten Bone Bolango).
Kepala BSIP Gorontalo, Sumarni Panikkai, dalam rapat menyampaikan bahwa sangat mendukung konservasi lahan pertanian sebagai salah satu program PCI. Penggunaan jagung varietas JHANA-1 (jagung toleran naungan) sebagai tanaman sela di antara tanaman pohon pada sistem multicropping adalah salah satu solusi lahan konservasi karena hasilnya masih tinggi pada intesitas naungan 50%, yaitu 7,85 t/ha pipil kering kadar air 15%. Varietas Jakarin yang toleran kekeringan bisa ditanam pada lahan-lahan kering yang mempunyai sumber air terbatas. BSIP Gorontalo juga siap melakukan pendampingan penerapan standar pembuatan gula aren dan minyak kelapa kampung serta penerapan standar budidaya kopi yang menjadi potensi ekonomi di Desa Ilomata.
Hasil diskusi dalam rapat koordinasi telah diidentifikasi program-program dari stakeholder yang berkesesuaian dengan program PCI dan berkomitmen bersama memberikan dukungan terhadap PCI khususnya kegiatan JAPESDA di Desa Ilomata.(pjs)