BPTP Gorontalo Terima Kunjungan Kerja DPRD Pohuwato

Kepala BPTP Gorontalo Dr Amin Nur menyerahkan Dokumen yang berisikan Hasil Riset kualitas tanah dan air di pohuwato beserta rekomendasi yang disampaikan kepada pemda.(06/08/2021)

Jum’at, (6/8/2021), Sebanyak 3 orang anggota DPRD Kabupaten Pohuwato lintas komisi yang didampingi sejumlah staf Sekretariat DPRD berkunjung Ke BPTP Gorontalo, rombongan legislator bumi panua di pimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Abdullah Diko, SP dari Fraksi PKB di dampingi oleh Inong Nurhamidin (Fraksi Demokrat) dan Luluk Yuliaty (Fraksi Golkar). Rombongan diterima langsung oleh Kepala BPTP Gorontalo Dr. Amin Nur, SP. M.Si didampingi oleh Kasubag TU Nova Maya Mahummad, SP, Koord Sub Kerjasama Fatmah Sari Indah Hiola serta sejumlah peneliti, penyuluh, teknisi litkayasa dan tenaga administrasi.

Dalam Sambutannya Kepala BPTP Gorontalo memperkenalkan Tupoksi BPTP Gorontalo, Inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan terutama yang saat ini sedang dikembangkan di kabupaten pohuwato. Sementara itu Wakil Ketua DPRD Selaku Ketua Tim menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah kunjungan ini dimaksudkan untuk update pengembangan dan penerapan inovasi teknologi pertanian yang sedang dikembangkan oleh BPTP Gorontalo di Pohuwato.

Abdullah Diko juga menyampaikan keluhan masyarakat pohuwato akan banyaknya komoditi-komoditi pertanian terutama tanaman pangan khususnya komoditi beras yang beredar di pohuwato justru didatangkan dari luar daerah provinsi gorontalo teruatama dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, salah satu penyebab hal ini adalah beras yang dihasilkan oleh penggilingan-penggilingan yang ada dipohuwato memiliki kualitas rendah diantaranya ialah banyak beras pecah, sehingga para petani/pedagang terpaksa harus menjual berasnya dengan harga yang sangat murah.

Hal selanjutnya yang didiskusikan oleh Abdullah Diko adalah adanya isu yang beredar bahwa salah satu yang menyebabkan kuantitas dan kualitas padi/beras di pohuwato rendah adalah adanya anggapan yang mengatakan bahwa kualitas tanah dan air di pohuwato telah tercemar oleh limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan emas, lebih lanjut Diko menanyakan apakah sudah ada Riset dari Lembaga terkait termasuk BPTP Gorontalo yang telah dilakukan di Pohuwato sehingga bisa menjadi rekomendasi untuk dasar kebijakan pemda kedepannya.

Terakhir Diko menyampaikan bahwa DPRD Pohuwato bersama dengan Pemda Telah mengesahkan Perda Perlindungan Lahan Berkelanjutan. Perda tersebut sudah memiliki data lengkap peta lahan di pohuwato, penggunaanya untuk apa dan lain sebagainya, sehingga jika BPTP Gorontalo ingin melakukan kegiatan diseminasi teknologi dapat mengacu pada data dimaksud. Sementara itu Anggota DPRD Nurkamiden menyampaikan agar para PPL bisa turun langsung ke lapangan untuk melihat kualitas tanah dan air sehingga ditemukan varietas dan rekomendasi pemupukan yang cocok diterapkan dilahan tersebut terutama saat ini di Pohuwato sedang di kembangkan tanaman cengkeh, Nurkamiden berharap agar para peneliti BPTP Gorontalo dapat mengecek langsung dilapangan agar bisa menemukan titik-titik khusus yang cocok dikembangkan cengkeh.


Menanggapi beberapa pertanyaan dan pernyataan dari para Legislator Amin Nur menyampaikan beberapa hal yakni terkait masuknya beras dari luar daerah yang bukan hanya menjadi masalah kabupaten pohuwato saja tapi sudah menjadi masalah provinsi gorontalo, Amin Nur menyarankan agar Pemangku Kepentingan baik dari Pohuwato maupun Provinsi Gorontalo dapat membuat regulasi yang dapat menyelesaikan masalah ini. Terkait Kualitas beras yang rendah Amin merekomendasikan agar Pohuwato memperhatikan penanganan pasca panen dengan alsintan-alsintan modern terutama Dryer dan RMU yang ada mesti diperbaharui.

Terkait dengan kualitas tanah dan air di Pohuwato, Amin Nur menyampaikan bahwa pada Tahun 2016 BPTP Gorontalo sudah melakukan riset dan telah menghasilkan rekomendasi yang sudah disampaikan ke Pemda Pohuwato lebih lanjut Amin menyampaikan bahwa jika ingin di update kembali riset tersebut maka BPTP Gorontalo kini telah memiliki Laboratorium Tanah dan Tanaman bisa juga bekerjasama Balai Penelitian Tanah.

Mengenai pengembangan cengkeh di Pohuwato Amin Nur menyampaikan bahwa BPTP Gorontalo telah merekomendasikan agar tanaman cengkeh ditanam dilahan dengan ketinggian diatas 900 mdpl. Pada akhir diskusi Amin Nur mengenalkan Aplikasi yang saat ini di Kembangkan oleh BPTP Gorontalo yaitu Aplikasi BPTP Mobile yang merupakan Aplikasi berbasis android yang dapat diunduh dari Smartphone aplikasi ini berisi tentang info-info teknologi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, pertenakan, Sumber Daya Genetik dan informasi lainnya yang dilaksanakan oleh BPTP Gorontalo diakhir kunjungan Kepala BPTP Gorontalo menyerahkan Dokumen yang berisikan Hasil Riset kulitas tanah dan air di pohuwato beserta rekomendasi yang disampaikan kepada pemda.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli