BPTP Gorontalo Ikuti Pelatihan dan Penguatan Kapasitas SDM BSIP Batch II

Kepala BPTP Gorontalo bersama Fungsional BPTP Gorontalo lainnya sedang mengikuti Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) Batch II dengan tema \\\"Membangun SDM BSIP Handal dan Tangguh Menyongsong Pertanian Maju, Mandiri dan Modern” yang dilaksanakan oleh  Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) secara daring melalui aplikasi Zoom.

Fungsional BPTP Gorontalo mengikuti Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) Batch II dengan tema "Membangun SDM BSIP Handal dan Tangguh Menyongsong Pertanian Maju, Mandiri dan Modern” yang dilaksanakan oleh  Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) secara daring melalui aplikasi Zoom. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, 21-23 November 2022 dan diikuti secara hybrid yang diikuti oleh seluruh UK/UPT lingkup BSIP.

Acara diawali dengan sambutan Sekretaris BSIP Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA yang menyampaikan bahwa Perpres 117/2022 telah menetapkan BSIP yang mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan, penerapan, pemeliharaan, dan harmonisasi standard instrumen pertanian. Sebagai lembaga yang baru, titik ungkit utama berjalannya organisasi adalah meningkatkan kapasitas SDM dalam memahami standardisasi. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbangungnya organisasi yang kuat dan handal. 


Dilanjutkan oleh Inspektur BSN Nurhidayati, S.Si yang menyebutkan kompetensi SDM adalah modal utama dalam fungsi pelayanan kepada masyarakat. BSN menyambut baik berdirinya BSIP dan nantinya bisa berkolaborasi dengan BSN. Standarisasi produk sudah banyak dibuat tetapi kelemahannya adalah penerapan yang belum optimal, dengan adanya BSIP diharapkan penerapan standard dibidang pertanian semakin luas. Ada 3 point penting dalam standardisasi yaitu meningkatkan jaminan mutu, perlindungan kepada masyarakat, dan meningkatkan transaksi pasar.

Kepala BSIP, (Prof. Dr. Ir. Fadjy Djufry, M.Si) dalam arahannya menyampaikan sesuai arahan Menteri Pertanian bahwa transformasi Balitbangtan ke BSIP bukan sekedar transformasi tapi kebutuhan bangsa dimana standar itu sangat diperlukan.
“Penyiapan SDM harus disiapkan dari awal untuk mendukung tupoksi BSIP. BSIP akan mengawal 3 instrumen penting sarana pertanian mulai hulu sampai hilir yaitu 1) instrumen biologi (benih, bibit, galur), 2) instrumen fisik (lahan, pupuk, air), dan 3) instrumen sistem (integrasi pertanian, penyuluhan dll)”, jelas Prof. Fadjry.
Mentan berharap pada tahun 2023 BSIP dapat menyiapkan benih dan bibit terstandar dan tersertifikasi dalam jumlah jutaan. Hal tersebut juga selaras dengan komitmen dari Komisi IV DPR RI untuk penyiapkan benih dan bibit di seluruh UK/UPT di daerah secara insitu. 
“Semua produk dan teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan akan distandardisasi sehingga dapat dimasalisasi kepada pengguna. Pelatihan SDM ini sangat penting untuk menstandarkan cara pikir dan mindset pegawai BSIP. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tugas BSIP yang akan dilaksanakan” tutup Ka. BSIP.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H) dalam arahannya  mendorong jajaran BSIP untuk menjaga tekad dan semangat dalam membangun SDM. Mentan juga mengajak SDM BSIP untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas untuk kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa dan negara.
"Dengan adanya BSIP kita mengawal pertanian untuk memperkokoh kekuatan negara, berjuang untuk rakyat dan membela petani. Kokoh Pertanian, Kokoh Bangsa, Kuat Pertanian, Kuat Bangsa" tegas Mentan SYL.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli