BPTP GORONTALO HADIRI PERINGATAN HARI PANGAN SEDUNIA

BPTP Gorontalo menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-47 yang dilaksanakan di Universitas Bina Mandiri (UBM).  Tema yang angkat tahun ini adalah “Leave No One Behind (Jangan Tinggalkan Siapapun)” yang akan diwujudkan dalam Better Nutrition for a Better Life (Nutrisi yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik).

Sabtu 5 Oktober 2022, peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-47 Provinsi Gorontalo dipusatkan di Universitas Bina Mandiri (UBM).  Tema yang angkat tahun ini adalah “Leave No One Behind (Jangan Tinggalkan Siapapun)” yang akan diwujudkan dalam Better Nutrition for a Better Life (Nutrisi yang lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik). Sebagai bentuk implementasi tema tersebut, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menyelenggarakan kegiatan gelar pasar murah, pameran umkm pangan, talkshow cegah food waste, penyerahan award kepada pemerintah//lembaga/instansi di bidang ketahanan pangan serta mitra dan institusi dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan, penyerahan benih cabe dan gerakan tanam cabe. BPTP Gorontalo yang diwakili oleh Dr. Patta Sija, S.Si., M.Si. dan Muhammad Yusuf Antu, STP., S.Si., turut menghadiri acara tersebut sebagai bagian dari partisipasi dalam mewujudkan peningkatan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya masalah pangan. 

Dalam acara talkshow, Asisten II Setda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sutan Rusdi, menyampaikan bahwa berbicara pangan berarti membicarakan ketersediaan, konsumsi dan distribusi pangan untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Namun dari ketiga hal tersebut, ada yang penting diperhatikan untuk mencegah krisis pangan, yaitu food loss dan food waste, secara umum diartikan pemborosan pangan. “Terkait ketersediaan pangan, kerawanan pangan dan gizi serta penganekaragaman konsumsi pangan adalah salah satu fungsi Badan Pangan Nasional (BPN) yang dibentuk melalui Perpres 66 Tahun 2021”, imbuh Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi BPN, Nyoto Suwignyo. Lebih lanjut disampaikan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar manusia (hak asasi manusia) sehingga ketersediaan pangan untuk masyarakat menjadi kewajiban pemerintah untuk dipenuhi. BPN mempunyai tugas mengkomunikasikan stok pangan yang surplus di satu daerah dengan daerah lain yang membutuhkan. Jika daerah lain mempunyai stok yang cukup maka daerah bisa melakukan ekspor, contohnya jagung di Gorontalo. Sebagai tindak lanjut talkshow ini, “Saya  berharap Pemprov Gorontalo melalui Asisten II, dapat mengembangkan food waste sebagai pupuk dan keanekaragaman pangan (jenis makanan) yang sesuai standar yang didukung oleh aturan dan regulasi pemprov” menutup penyampaiannya. Acara talkshow juga menghadirkan Manager Food Cycle Indonesia (Bank Pangan nonprofit), Cogito Ergo Sumadi Rasan, disampaikan bahwa konsep bank pangan secara umum adalah mengumpulkan donasi atau makanan untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Donasi makanan yang dikumpulkan berupa makanan berlebih dari pesta, makanan sebelum expired, makanan tidak lolos quality control, maupun penjualan yang tidak habis. Konsep ini dapat menjadi contoh bagi praktisi pangan di Gorontalo untuk membantu memenuhi pangan masyarakat kurang mampu. Terakhir sebagai pembicara, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Sutrisno, menyampaikan bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja, ke depan akan terjadi krisis pangan. Menghadapi hal tersebut, Dinas Pangan meluncurkan beberapa program untuk menjaga ketahanan pangan Provinsi Gorontalo, diantaranya program pemanfaatan pekarangan untuk pangan (urban farming), gerakan tanam masuk sekolah, kampus dan pesantren.

Puncak Hari Pangan Sedunia dibuka oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, Hendra Hamka Noer, dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu mengatasi kerawanan pangan adalah akses pangan yang mudah artinya masyarakat mudah memperoleh bahan pangan yang dibutuhkan karena kebutuhan pangan adalah hak asasi manusia. Oleh karena itu harus melibatkan semua pihak termasuk perguruan tinggi, dan perguruan tinggi yang pertama dilibatkan adalah Universias Bina Mandiri. Gerakan Masyarakat Batanam Rica (Germas Batari) merupakan program yang dicanangkan oleh Pemprov Gorontalo untuk menjaga ketahanan pangan yang mudah diakses karena ditanam di lahan dan pekarangan. Dipilihnya cabai (rica) karena rica merupakan salah satu bahan pangan penting di Gorontalo. Lanjut, beliau menyambut baik penyerahan benih cabai kepada UBM sekaligus memulai gerakan tanam cabai masuk kampus. Rektor UBM, Titin Dunggio, pada sambutan sebelumnya, menyampaikan bahwa kampus UBM telah memanfaatkan lahan kampus, di bawah pendopo acara disebar 2000 ekor ikan nila yang dipelihara oleh mahasiswa. Penyerahan benih cabai yang akan ditanam di kampus UBM sangat kami apresiasi dan kami sebut sebagai pangan masuk kampus. Untuk itu diucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dan kepercayaannya kepada kampus UBM.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan award oleh Penjabat Gubernur Gorontalo kepada pemerintah//lembaga/instansi di bidang ketahanan pangan (Walikota Gorontalo, Bupati Bone Bolango, Bupati Pohuwato, Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Bulog Gorontalo) serta mitra dan institusi dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan (Ketua Pinsar Gorontalo, UD. Cindy, UD. Manggala, UD, Cipta Langgeng) kemudian penyerahan 500 benih cabai kepada UBM dan ditutup dengan gerakan tanam cabai di lahan kampus UBM bersama undangan. (PS)

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli