BPTP Gorontalo Ajak Mantri Tani Paham Hilirisasi Jagung
BPTP Gorontalo kembali dipercaya sebagai Trainer/fasilitator kegiatan pelatihan pengembangan tanaman jagung bagi mantri Tani BRI, melalui "Program Pendidikan Profil Bisnis: Brillian Specialist Development Program yang diselenggarakan Primakelola IPB. Kegiatan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari (18-20 April 2022). Dihari pertama dan kedua para mantri tani diajak bertemu langsung dengan petani/Poktan/Saprotan untuk mengetahui dan memahami lebih mendalam terkait alur bisnis dari budidaya tanaman Jagung. Diskusi juga dilakukan untuk menggali kendala terkait ketersediaan benih, budidaya, penanganan panen dan pasca panen sampai ke tingkat pemasaran.
Hadir langsung di lapangan, kepala BPTP Gorontalo, Dr. Amin Nur, Sp., M.Si, penyuluh BPTP, penyuluh BPP dan petani korporasi. Informasi yang didapat dalam pelatihan ini nantinya menjadi bekal bagi mantri tani BRI dalam mengawal proses penyaluran atau penyerapan permodalan berdasarkan usaha tani yang dimiliki.
Dilaksanakan secara berkelompok, pelatihan pengembangan ini diharapkan dapat membangun komunikasi yg efektif, efisien dan bekerja secara kolaboratif. Dihari ke-3 (tiga) para mantri BRI melakukan diskusi, merumuskan serta mempresentasikan pemahaman yg didapatkan dilapangan terhadap proses bisnis, value chain bisnis kluster, prospek pembiayaan bisnis, pemahaman titik kritis, risiko, mitigasi risiko bisnis, analisis SWOT dan strategi pengembangan klaster bisnis ke depan. Kriteria tersebut dijadikan sebagai penilaian mantri BRI dalam memahami alur bisnis pengembangan jagung.
BRI memiliki peran penting terhadap perputaran ekonomi khususnya sebagai akses permodalan bagi petani. Keterbatasan pengetahuan, infrastruktur serta medan yang tidak mudah, menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga lapangan dari BRI dalam menjalankan tugasnya. Tidak hanya mengemban tugas pemasaran, namun petugas BRI juga turut andil tugas dalam pengembangan pertanian di daerah. Melalui dana KUR petani dapat melaksanakan usahatani dalam hal ini tanaman jagung. Sangat diharapkan bahwa dengan adanya akses permodalan tersebut maka kesulitan-kesulitan yang dihadapi petani selama ini dapat teratasi.