Bersama Siswa Magang, BPTP Gorontalo Lakukan Nekropsi Ayam Kampung
Rabu (15/09/2021) BPTP Gorontalo kembali melaksanakan serangkaian kegiatan pendampingan bagi mahasiswa magang di BPTP Gorontalo. Kali ini 25 mahasiswa dan 4 siswa SMK diajak untuk mengenal lebih dalam mengenai penyakit pada hewan ternak ayam. Dalam kesempatan tersebut, tidak hanya mendapatkan materi mereka juga diajak untuk praktek nekropsi atau kegiatan pembedahan mengetahui serangan penyakit pada hewan ternak ayam.
Soimah Munawarroh, SP., selaku penyuluh ahli BPTP Gorontalo yang memberikan pendampingan siang itu menjelaskan bahwa kebersihan kandang dan sirkulasi udara menjadi salah faktor dalam kesehatan hewan ternak. "Oleh karenanya di Kandang Ayam Modern BPTP Gorontalo dibuat Bio Security untuk meminimalisir bakteri dan virus masuk ke kandang," jelasnya. Soimah juga berharap dengan praktek ini mahasiswa dan siswa magang mendapat ilmu yang lebih dalam mengenai ternak ayam.
Mahasiswa dan siswa-siswi yang mengikuti kegiatan nekropsi kali inipun mengaku bersemangat sekaligus tertarik untuk mendalami anatomi ayam dan identifikasi penyakitnya. "Ini menjadi pengalaman seru dan membuat kami mengetahui penyebab kematian unggas dengan berbagai gejala yang ditemui," ujar Putri salah satu mahasiswa Fakultas Biologi UNG.
Sedikit informasi Nekropsi merupakan prosedur pembedahan post mortem unggas yang dapat dilakukan untuk mengetahui sebab kematian dari unggas. Dengan menggunakan pisau atau gunting, nekropsi dilakukan guna mendapatkan informasi diagnostik, sampel untuk pemeriksaan laboratorium, ataupun untuk menjamin kualitas dari kawanan unggas.
Pada praktek nekropsi ini ditemukan beberapa serangan penyakit pada unggas, diantaranya penyakit ende, Coryza atau snot dan penyakit Colibacillosis. Diharapkan dengan berbagai temuan dalam praktek ini, mahasiswa dan siswa makin memahami tentang budidaya ternak dan mampu mencari solusi terhadap serangan penyakit-penyakit pada ternak ayam.