Peran Inovasi BPTP Gorontalo dalam Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di Tengah Wabah COVID-19
Senin, 15 Juni 2020 di RRI Gorontalo pada Frekuensi 95,1 FM berlangsung dialog interaktif aspirasi dengan topik “Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Pemanfaatan Pekarangan di Tengah Wabah COVID-19”. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Drs Sutrisno dan Kepala BPTP Gorontalo Dr. Amin Nur, SP, MSi. Sebagai prolog awal dialog, Dr Amin Nur menyampaikan bahwa keberadaan BPTP di Provinsi Gorontalo sejatinya adalah sebagai penyangga dan pendukung inovasi teknologi pertanian di daerah khususnya untuk ketahanan pangan keluarga. Disampaikan pula bahwa dalam hal dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga BPTP Gorontalo sejak beberapa tahun lalu telah ada program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang sasarannya adalah ibu ibu rumah tangga dalam hal memanfaatkan pekarangan, selain itu terdapat juga program Obor Pangan Lestari (OPAL) yang sasarannya adalah pemanfaatan pekarangan dilahan perkantoran dengan mengedepankan nilai-nilai estetika dan pemenuhan gizi, dimana kegiatan diharapkan dapat menjadi wahana agroedukasi dan agrowisata bagi pengunjung yang ingin mengadopsi dan belajar bagaimana mengotimalkan pekarangan. Ditengah wabah COVID-19 OPAL BPTP Gorontalo telah mengantisipasi lahan pekarangan untuk ditanami tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit dan lengkuas yang dapat berfungsi untuk menjaga imunitas tubuh. Beberapa inovasi lainnya adalah dengan memanfaatkan pekarangan untuk tanaman sayuran hidroponik, irigasi tetes untuk hemat air, dan pemanfaatan lahan untuk ditanami sorgum. Sorgum merupakan komiditi tanaman pangan yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit diabet dan hipertensi, sehingga oleh karena itu penting untuk di kembangkan meskipun dilahan pekarangan yang sempit. Pada saat yang sama Kepala Dinas Pangan berharap dan menghimbau kepada seuruh masayarakat untuk memanfaatkan sejengkal tanah dan di upayakan tidak ada yang kosong dan sebaiknya ditanami dengan memanfaatkan inovasi teknologi yang tersedia, Karena pertanian tidak dengan harus menggunakan tanah, tanpa tanah pun bisa yaitu dengan hidroponik, sehingga ketahanan pangan keluarga terjaga meski ditengah Wabah COVID-19. Penghujung acara sebagai closing state Amin Nur menambahkan bahwa untuk menjaga Ketahanan Pangan harus dimulai dari diri kita sendiri karena sebagai Pemerintah harus menjadi teladan untuk masayarakat, dengan harapan bagaimana program ini akan direplikasi oleh masyarakat secara luas. Selain itu pentingnya sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah bahkan tingkat desa untuk menselaraskan program ketahanan pangan keluarga ini.
