Penerapan Teknologi Bawang Merah TSS (True Shallot Seed) Varietas Trisula Semakin Meluas di Gorontalo
Sesuai tupoksinya, Balitbangtan BPTP Gorontalo terus melaksanakan pengkajian, perakitan paket teknologi dan diseminasi inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi di Gorontalo. Di bidang hortikultura, BPTP Gorontalo sejak tahun 2018 telah mengkaji dan mendiseminasikan teknologi bawang merah asal biji (TSS=True Shallot Seed). Varietas Bawang Merah TSS yang dikembangkan di Gorontalo yaitu Varietas Bima dan Trisula, yang merupakan hasil dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Badan Litbang Pertanian. Cikal bakal penerapan bawang merah TSS varietas Bima dan Trisula oleh BPTP di Gorontalo yaitu di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Saat ini penerapan teknologi bawang merah TSS varietas Trisula telah mulai menyebar luas di daerah lain, diantaranya yaitu di Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo dan di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, baik melalui kaji terap inovasi pertanian maupun pengembangan secara swadaya oleh petani.


Khusus bawang merah TSS varietas Trisula, saat ini telah mulai diminati oleh petani di Gorontalo dan umbi bawang merah ini mulai menyebar luas di Kabupaten lain di Gorontalo melalui pengembangan oleh petani secara swadaya. Menurut pengalaman petani binaan BPTP Gorontalo, hasil bawang merah TSS varietas Trisula sangat unggul, dari sisi warna hasil umbi, bawang TSS varietas Trisula berwarna merah tua yang sangat digemari masyarakat dan sangat laku di pasar. "Hasil umbi panen perdana TSS varietas Trisula, ditawar petani lain seharga 100rb per kg pun saya tidak lepas, karena hasil umbinya sangat bagus untuk dijadikan benih umbi musim tanam berikutnya", ungkap Iswan Abas (petani binaan BPTP Gorontalo Desa Ilomangga, Kec. Tabongo, Kab. Gorontalo). Berdasar deskripsi varietas, bawang merah varietas Trisula memiliki potensi hasil tinggi hingga 23,21 ton/ha dengan umur panen relatif singkat yaitu 50-55 hari setelah tanam (JS).
.jpeg)