Pelaksanaan Ubinan (mengukur hasil produktivitas hasil jagung lebih awal) sebagai salah satu bentuk Pendampingan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi BPTP Gorontalo
Jagung merupakan salah satu komoditas serealia yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Produksi/hasil panen tanaman jagung yang telah dicapai oleh para petani perlu dihitung melalui kegiatan pendugaan hasil atau yang biasa disebut dengan ubinan, sehingga petani dapat mengetahui kisaran hasil tanamannya sebelum proses panen selesai.
Kegiatan pengambilan data produktivitas jagung ini dilaksanakan oleh Para Peneliti, Penyuluh, Teknisi BPTP Gorontalo, dan Petani kooperatif pada hari Selasa, (12/1/2021) di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, sebagai bentuk Pendampingan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi kepada Para Petani.
Sebagai informasi terdapat 7 varietas jagung yang digunakan pada 10 ha kawasan Jagung dengan petak ubinan 2 x 2.5 meter yang dijadikan kawasan percontohan berskala, yakni
- Nasa 29
- Bima 20
- NK
- Bisi 18
- JH 45
- JH 37
- Bisma

Dari hasil ubinan kali ini diperoleh hasil produktifitas tanaman jagung berturut-turut yaitu 8,86 ton/ha, 11,38 ton/ha, 6,36 ton/ha, 6,18 ton/ha, 8,92 ton/ha, 6,6 ton/ha dan 8,4 ton/ha. Dengan hasil produktifitas tertinggi dimiliki oleh varietas jagung Bima 20 atau Bima URI.
Diharapkan 7 varietas jagung yang ada dapat meningkatkan kualitas hasil panen jagung di Provinsi Gorontalo khususnya, yang secara tidak langsung membawa pengaruh terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani nantinya.