PEDULI TANAMAN LOKAL, BPTP GORONTALO DAFTARKAN 14 AKSESI KE PUSAT PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DAN PERIZINAN PERTANIAN (PPVTP)
Provinsi Gorontalo memiliki agropedoklimat yang beragam yang mendukung terbentuknya keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Berdasarkan telaah biogeografi, posisi Gorontalo yang terletak di Pulau Sulawesi yang sejak kurun Pleistocene telah terpisah dari kontinen Asia dan Australia, memungkinkan ditemukannya banyak jenis SDG endemik. Keragaman wilayah, topografi, tanah, ketersediaan air telah membentuk plasma nutfah yang beradaptasi pada lingkungan setempat atau spesifik lokasi dan ditunjang pula dengan budaya masyarakat yang beragam dalam memanfaatkan sumber daya genetik untuk memenuhi kebutuhan akan pangan, sandang, papan, obat-obatan dan spiritual.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap tanaman lokal, BPTP Gorontalo bersama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2020 telah mendaftarkan 14 aksesi lokal ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTP). Pendaftaran varietas lokal dilakukan untuk melestarikan sumberdaya genetik khususnya tanaman serta memperjelas hubungan hukum antara varietas dengan pemilik atau penggunanya. Hal ini diatur dalam Permentan No. 01 Tahun 2006 Tentang Penamaan dan Tatacara Pendaftaran Varietas Tanaman.
Keempat belas aksesi tersebut adalah Lambi Lo Butota, Lambi Lo Yakis, Lambi Lo Kapali, Lambi Lo Abati, Lambi Lo Luhuto, Bongo Hulawa, Patodu Butota dan Atetela Mohiyolo serta Atetela Tinta HP, Atetela Ungu HP, Atetela Moputi Pinogu, Bongolihuwati, Durian Lemonji, dan Sambiki Butulu yang ditandai dengan dengan Sertifikat Tanda Daftar Varietas Tanaman.
Dr Amin Nur, SP, M.Si selaku Kepala BPTP Gorontalo berpesan agar kita semua ikut menjaga, melindungi dan melestarikan keragaman sumber daya genetik agar tidak tergerus dan tersingkirkan oleh varietas unggul nasional. Disamping itu sumber daya genetik lokal dapat dijadikan sebagai sumber plasma nutfah (bank gen) sebagai bahan utama perakitan varietas unggul baru dalam program pemuliaan tanaman, olehnya itu SDG lokal perlu dijaga, dilestarikan, dilindungi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Kedepannya, diharapkan aksesi yang telah didaftarkan dan memiliki keunggulan serta bernilai ekonomi tinggi akan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan menjadi bahan utama dalam pemuliaan tanaman guna mendorong pertumbuhan industri perbenihan.



