Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ajak seluruh peneliti dan penyuluh hasilkan inovasi dan terobosan yang tepat guna dan berdaya saing tinggi

Jumat 3 Juli 2020 Seluruh peneliti, penyuluh dan teknisi litkayasa BPTP Gorontalo hadiri rapat secara virtual yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian membahas Akselarasi dan penyelarasan program Balitbangtan dalam menanggulangi COVID mendukung program strategis Kementan pada RPJM 2020-2024. Rapat tersebut dibuka oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural eselon 1, 2 dan 3 Kementerian Pertanian, para pejabat fungsional peneliti, penyuluh serta teknisi litkayasa diseluruh Indonesia.


Dalam sambutanya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan bahwa Research Litbang menentukan keputusan pemerintah, oleh karenanya inovasi dan terobosan di Litbang harus lebih dari sebelumnya. Koordinasi secara internal harus diperkuat agar kedepannya inovasi unggulan bisa memecahkan masalah lewat keputusan-keputusan pemerintah yang didasari dari temuan-temuan Litbang. Research harus terfokus demi kesejahteraan rakyat. Kita harus tetap kuat melawan Covid-19, tidak ada laboratorium dan kebun bibit yang diam! Jika ada yang tidak beroperasi, maka akan segera di tutup, ungkap Mentan. Beliau juga menginginkan kerja secara agresif bagi seluruh pegawai Kementan, jangan berbelit-belit dalam hal sertifikasi bibit/benih, jika kualitas memang dinilai baik dan layak, mohon dipercepat untuk peluncurannya. Kita harus tetap fokus dan kerja bersama dengan tujuan yang jelas. Ending bukan hanya hasil tapi dengan marketnya. Sampai bisa berlayar massal di masyarakat. Dampak covid dan kekeringan mengancam pangan, oleh karenanya tetap antisipasi ketersediaan pangan pokok. Pertanian harus menjadi salah satu sektor yang bisa bertahan di tengah pandemic ini. Maka kita harus tetap semangat dan terus berinovasi, tambah Mentan.
Pada saat bersamaan beberapa produk kesehatan echaliptus untuk pencegahan penularan virus covid1-9 rencananya akan dibagikan secara bertahap kepada seluruh karyawan Badan LItbang Pertanian , namun karena jumlah yang masih terbatas sehingga hanya diberikan kepada 3 orang setiap instansi. Selain itu Badan Litbang Pertanian juga telah melalukan pengembangan inovasi teknologi pertanian dengan membuat berbagai produk olahan salah satunya susu beras murni yang dapat memberi nilai tambah bagi petani.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli