Cegah Stunting, Gorontalo Kembangkan Varietas IR Nutrizinc
Satu sentra produksi padi, melalui BPTP Gorontalo diharapkan berperan dalam percepatan penyebaran varietas unggul baru padi nutri zinc melalui produksi benih sebar, sehingga diharapkan mampu mendukung penyediaan benih bermutu khususnya dalam menanggulangi penyebab stunting karena kurangnya asupan zinc (Zn) ke dalam tubuh, terutama bagi ibu hamil dan anak dalam masa pertumbuhan (balita) di Propinsi Gorontalo. Angka prevalensi kekurangan gizi, khususnya Zn, di seluruh dunia termasuk di Indonesia masih tergolong tinggi. Prevalensi kekurangan gizi Zn pada anak di bawah lima tahun mencapai 31,6 % (Herman, 2007), dan tersebar di 100 kabupaten secara nasional. Karenanya, pemerintah melalui BAPENNAS mencanangkan program pengentasan ‘triple burden malnutrition, salah satunya gizi kurang yang mengakibatkan stunting.
Penanggulangan kekurangan gizi Zn yang berakibat stunting tersebut antara lain dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi (Bouis 2004; Bouis, dkk., 2011), yaitu pemanfaatan varietas padi yang memiliki kandungan gizi target khususnya Zn yang tinggi, yaitu Inpari IR Nutri Zinc. Varietas Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan Zn sekitar 6 ppm lebih tinggi daripada umumnya varietas di Indonesia, khususnya Ciherang (24,01 ppm). Oleh karena itu, diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia.
Saat ini, varietas Inpari IR Nutri Zinc mulai disebarluaskan secara massif terutama di daerah yang termasuk wilayah endemis stunting di Indonesia. Terkait dengan pengembangan varietas Inpari IR Nutri Zinc, Balitbangtan yang dalam hal ini dilakukan oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) memproduksi Benih Dasar seluas 1 ha pada MK 2019. Benih yang dihasilkan disalurkan kepada para penangkar untuk diproduksi kembali hingga kelas Benih Sebar. Pada pertengahan tahun 2021 diprediksikan sekitar 200 ribu petani telah memperoleh benih dan akan menanam varietas inpari IR Nutri Zinc di berbagai daerah di Indonesia.
Provinsi Gorontalo sebagai salah
Tahun 2020 BPTP Gorontalo target produksi benih untuk Varietas IR Nutrizinc sebanyak 10 ton, Target produksi ini kerjasama penangkar dan mitra tani dengan Luasan 5 ha. Kabupaten Gorontalo 3 Ha, dan Kab. Bonebolango 2 Ha.
Kegiatan penanaman ini di lakukan di kelompok Penangkar, Desa Bandungrejo, Kecamatan Boliyohuto, dengan luasan 3 Ha. Sebelumnya juga sudah di lakukan penanaman di kabupaten Bone Bolango dengan Luasan 1 Ha. Untuk yang 1 Ha masih dalam Proses persemaian.
Pengembangan Benih Varietas IR Nutrizinc di mulai pada MT 1 ini dan produksi benih ini di harapkan bisa memenuhi permintaan benih Pada MT 2 untuk luasan 400 Ha untuk CPCL Provinsi Gorontalo.