BPTP Gorontalo kembangkan varietas unggul baru jagung sintetik (SINHAS) hasil kerjasama Balitbangtan Kementan dan Universitas Hasanuddin
Kunci peningkatan produksi komoditas tanaman pangan adalah penggunaan teknologi spesifik lokasi salah satunya varietas unggul. Agroekosistem yang berbeda pada setiap wilayah menjadi salah satu faktor pembatas dalam peningkatan produksi suatu komoditas pertanian khususnya tanaman pangan. Tupoksi BPTP Gorontalo sebagai unit kerja Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian RI diantaranya menyusun paket teknologi spesifik lokasi dimana penggunaan varietas yang sesuai dengan agroekosistem adalah komponen utama.
Jumat (06/11/2020) BPTP Gorontalo melakukan kegiatan sosialisasi pengembangan dan hilirisasi produk jagung sintetik (SINHAS) dalam pemenuhan benih dan produksi jagung nasional di Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini merupakan kerjasama penelitian dan pengembangan, BPTP Gorontalo dan Universitas Hasanudin. Acara dihadiri oleh Ketua Tim pengembangan Jagung Sintetik (SINHAS) Dr. Ir. Muh Farid BDR, M.P beserta anggota dari LPPM UNHAS, Kepala BPTP Gorontalo Dr. Amin Nur, SP., M.Si, Kepala BPP Bulango Utara, Peneliti/Penyuluh/Teknisi Litkayasa BPTP, Penyuluh/THL Kec Bulango Utara, dan Petani Jagung.

Kepala BPTP Gorontalo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan mengharapkan agar kerjasama ini terus berlanjut khususnya dalam pengembangan jagung yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Gorontalo. Beliau juga menyampaikan bahwa BPTP telah mendeseminasikan beberapa varietas unggul jagung melalui kegiatan demplot Peningkatan Indeks Pertanian di Kecamatan Bulango Utara, Desa Sukadamai, kelompok tani Sukamaju dan Bolulango. Varietas jagung yang didesiminasikan memiliki keunggulan berumur genjah serta toleran terhadap kekeringan seperti HJ 21, HJ 29, JH 37 dan SINHAS.
Dr. Ir. Muh Farid BDR, M.P menyampaikan bahwa SINHAS merupakan varietas bersari bebas yang baru saja dilepas oleh Kementan tahun 2019 dengan keunggulan dapat tumbuh baik pada lahan kurang subur karena toleran kekeringan dan rendah nitrogen. Sangat baik dikembangkan dilahan kering dengan iklim kering dan saat pupuk urea mengalami kelangkaan. Ungkap Farid.