BPTP Gorontalo kembali kembangkan Varietas IR Nutrizinc untuk mencegah stunting.

Setelah berhasil memproduksi 10 ton padi nutri zink, pada tahun 2021 BPTP Goronntalo kembali akan memproduksi benih padi varietas Inpari Nutri Zink. BPTP Gorontalo diharapkan berperan dalam percepatan penyebaran varietas unggul baru padi nutri zinc melalui produksi benih sebar, sehingga diharapkan mampu mendukung penyediaan benih bermutu khususnya dalam menanggulangi penyebab stunting karena kurangnya asupan zinc (Zn) ke dalam tubuh, terutama bagi ibu hamil dan anak dalam masa pertumbuhan (balita) di Propinsi Gorontalo.
Angka prevalensi kekurangan gizi, khususnya Zn, di seluruh dunia termasuk di Indonesia masih tergolong tinggi. Prevalensi kekurangan gizi Zn pada anak di bawah lima tahun mencapai 31,6 % (Herman, 2007), dan tersebar di 100 kabupaten secara nasional. Karenanya, pemerintah melalui BAPENNAS mencanangkan program pengentasan ‘triple burden malnutrition, salah satunya gizi kurang yang mengakibatkan stunting. Varietas Inpari IR Nutri Zinc memiliki kandungan Zn sekitar 6 ppm lebih tinggi daripada umumnya varietas di Indonesia, khususnya Ciherang (24,01 ppm). Oleh karena itu, diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia.
Saat ini, varietas Inpari IR Nutri Zinc mulai disebarluaskan secara massif terutama di daerah yang termasuk wilayah endemis stunting di Indonesia.
Provinsi Gorontalo sebagai salah satu wilayah endemis stunting harus menjadi pelopor penggunaan dan penyebaran benih yang kaya akan zink ini. Tahun 2021 BPTP Gorontalo target produksi benih untuk Varietas IR Nutrizinc sebanyak 5 ton, Target produksi ini kerjasama penangkar dan mitra tani dengan Luasan 3 ha. Kabupaten Boalemo 2 Ha, dan Kab. Bonebolango 1 Ha.

Aksesibilitas

Pembaca Layar
Kontras
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jeda Animasi
Ramah Disleksia
Kursor
Jarak Baris
Perataan Teks
Saturasi
Reset

Teks asli