BPTP Gorontalo Bersama Balai Karantina Kelas II Gorontalo Dampingi Staf Khusus Kementan Tinjau Lokasi Pengolahan Kopra Putih Gorontalo.
Tidak hanya kopra biasa, sejak beberapa tahun terakhir Gorontalo juga dikenal sebagai salah satu provinsi penyumbang kopra putih nasional, bahkan dilaporkan diawal tahun 2020, provinsi Gorontalo telah mengekspor kopra putih ke beberapa Negara asia selatan sebanyak 600 ton dengan nilai 6,4 Milyar Rupiah dan nilai ini diperkirakan akan terus meningkat melihat potensi dan sumber daya gorontalo yang sangat melimpah. Tercatat beberapa kendala yang menjadi hambatan optimalisasi peningkatan ekspor kopra putih salah satunya adalah keterbatasan pengusaha dan penggunaan teknologi yang dimanfaatkan dalam prosesing hasil panen.

Minggu, 16 Agustus 2020. Selepas melihat prospek sarang burung walet di Gorontalo, Staf Khusus Kementerian Pertanian Yesiah Eri bersama tim melakukan kunjungan kerja ke pelaku usaha prosesing kopra putih di Gorontalo. Kunjungan dilakukan di dua tempat pengolahan kopra putih yang sama sama berada di Kabupaten Gorontalo. Kunjungan ini didampingi langsung oleh tim BPTP Gorontalo dan Balai Karantina Kelas II Gorontalo. Kunjungan bertujuan untuk berkomunikasi dengan pelaku usaha sekaligus menggali informasi-informasi teknis yang menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha prosesing kopra putih. Dalam komunikasi tersebut Staf Khusus Kementerian Pertanian Yesiah Eri memberikan motivasi kepada pelaku usaha untuk tetap semangat dan pantang menyerah dalam mengembangkan usahanya, untuk ekspornya ada Badan Karantina, untuk teknologinya ada Badan Litbang sehingga semua tersedia, tinggal koordinasi yang perlu kita tingkatkan, kita bisa besar jika bersatu dan jangan berharap bisa besar jika bermain sendiri-sendiri “Ungkap Eri disela sela perbincangan santai dengan pelaku usaha”. Yesiah Eri juga berjanji akan membantu secara maksimal khususnya dalam merancang kebijakan kebijakan pusat untuk berpihak pada petani namun tetap memperhatikan pelaku usaha sebagai pelaku agribisnisnya. Yassei Eri juga berharap usaha yang sudah dimulai untuk terus dikembangkan agar bisa meningkatkan pendapatan pelaku usaha, pendapatan petani penyedia bahan baku dan yang paling penting dapat menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya.