Bersama Primakelola IPB, BPTP Gorontalo Ajak Mantri Tani Paham Hilirisasi Jagung Gorontalo
BPTP Gorontalo kembali dipercaya sebagai Trainer/fasilitator kegiatan pelatihan pengembangan tanaman jagung bagi mantri BRI, melalui "Program Pendidikan Profil Bisnis: Brillian Specialist Development Program. Kegiatan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari (21-23 Maret 2022). Di hari kedua para mantri BRI terjun langsung ke petani/Poktan/Saprotan mengetahui dan memahami lebih mendalam terkait alur bisnis dari budidaya tanaman Jagung dan kendala yg dihadapi petani mulai dari ketersediaan benih, budidaya, penanganan panen dan pasca panen sampai ke tingkat pemasaran.
Kegiatan pendidikan ini dilakukan secara berkelompok agar terbangun komunikasi yg efektif, efisien dan bekerja secara kolaboratif. Dihari ke 3 (tiga) para mantri BRI masuk kelas diskusi dan mulai merumuskan serta mempresentasikan pemahaman yg didapatkan dilapangan terhadap proses bisnis, value chain bisnis kluster, prospek pembiayaan bisnis, pemahaman titik kritis, risiko, mitigasi risiko bisnis, analisis SWOT dan strategi pengembangan klaster bisnis ke depan. Kriteria tersebut dijadikan sebagai penilaian mantri BRI dalam memahami alur bisnis pengembangan jagung.
Hadir langsung di lapangan, kepala BPTP Gorontalo, Dr. Amin Nur, Sp., M.Si, penyuluh BPTP, penyuluh BPP dan petani korporasi. Informasi yang didapat dalam pelatihan ini nantinya menjadi bekal bagi mantri tani BRI dalam mengawal proses penyaluran atau penyerapan permodalan berdasarkan usaha tani yang dimiliki.
Keberadaan BRI memiliki peran penting terhadap perputaran ekonomi di setiap daerah. Keterbatasan pengetahuan, infrastruktur serta medan yang tidak mudah, menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pemasar BRI dalam menjalankan tugasnya. Petugas BRI tidak hanya mengemban tugas pemasaran, namun juga turut andil tugas dalam pengembangan pertanian di daerah. Melalui dana KUR petani dapat melaksanakan usahatani dalam hal ini tanaman jagung. Sangat diharapkan bahwa dengan adanya akses permodalan tersebut maka kesulitan-kesulitan yang dihadapi petani selama ini dapat teratasi. (HH)