Dukung Teknologi, BPTP Gorontalo Siap Intervensi Pertanian Lahan Miring
Lahan miring seolah menjadi ladang pertanian yang umum di Indonesia bahkan di Provinsi Gorontalo sendiri. Petani seolah makin abai dengan konsekuensi lingkungan yang harus dihadapi ketika memanfaatkan lahan dengan kemiringan lebih dari 15%. Oleh karenanya Bapppeda mengajak para pemangku kepentingan duduk bersama berdiskusi dalam rapat koordinasi penyusunan rencana intervensi pertanian pada lahan miring, Jumat (27/05/2022).
Kepala BPTP Gorontalo hadir langsung dalam rapat koordinasi tersebut. Beliau siap mendukung perencanaan pembentukan demplot pertanian sebagai solusi pemanfaatan lahan miring dibawah 15%. "BPTP Gorontalo siap mendampingi dan memfasilitasi dari segi teknologi pertanian. Jagung tahan naungan Badan litbang Pertanian bisa dikolaborasikan dengan tanaman tahunan sehingga bisa mengurangi kerusakan di lahan miring," terang beliau.
Dr. Sumarni Panikkai, SP., M.Si, juga menambahkan beberapa tanaman seperti jeruk, mahoni, lamtoro bisa digunakan sebagai alternatif tanaman intervensi. Namun hal ini perlu sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat nantinya agar budidaya pertanian di lahan miring bisa sesuai serta berkelanjutan dengan rencana intervensi yang telah dibuat.
Seperti diketahui ada 232.265,3 Ha total luas lahan dengan kemiringan 0-15% di Provinsi Gorontalo. Namun hampir sebagian besar pemanfaatan lahan miring hanya ditanami oleh jagung. Hal ini mengakibatkan kerusakan masif di wilayah Gorontalo. Salah satu akibatnya makin meluas area banjir karena daerah serapan yang menyempit.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapppeda, Max Moerad, SE, MM, turut mengajak Kepala BPDAS Hutan lindung, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas LHK, Ketua bidang Japesda serta Kepala bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa Dukcapil Provinsi untuk menuangkan gagasan pikiran dalam penyusunan rencana intervensi pertanian di lahan miring ini. Rencananya rapat koordinasi ini akan segera dilanjut dengan agenda pembuatan konsep dan aksi nyata demplot pertanian. (HP)