Pelaksanaan Produksi Bibit Sumber Ayam Spesifik Lokasi (8.100 ekor)
Bulan
Capaian
Kendala
Solusi
Eviden
Januari 2026
Februari 2026
Pemeliharaan ayam KUB fase layer dilaksanakan dengan populasi awal sebanyak 377 ekor. Selama periode pemeliharaan terdapat kematian sebanyak 1 ekor sehingga populasi yang tersisa menjadi 376 ekor. Kegiatan pemeliharaan dilakukan secara rutin meliputi pemberian pakan, penyediaan air minum, pemantauan kesehatan ternak, serta pengumpulan telur hasil produksi. Pada bulan Februari, total produksi telur yang dihasilkan mencapai 2.922 butir yang kemudian dimanfaatkan sebagai telur tetas dalam proses penetasan. Dari jumlah tersebut berhasil menetas dan menghasilkan DOC (Day Old Chick) sebanyak 2.738 ekor dalam kondisi baik. DOC yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan untuk mendukung kegiatan perbibitan dan pengembangan ayam KUB.#Pada tanggal 13 Februari 2026, BRMP Gorontalo menyiapkan replacement stock berupa DOC yang berasal dari BRMP Unggas dan Aneka Ternak sebanyak 700 ekor dengan tambahan bonus 10 ekor, sehingga total DOC yang diterima sebanyak 710 ekor. DOC tersebut terdiri atas beberapa galur yaitu Narayana, Janaka, dan Gaosi yang kemudian ditempatkan pada kandang grower UPBS Ayam. Berdasarkan data populasi pada bulan Februari 2026, populasi awal berjumlah 710 ekor dengan rincian Narayana 100 ekor, Janaka 510 ekor, dan Gaosi 100 ekor. Selama masa pemeliharaan tercatat adanya afkir sebanyak 1 ekor dan kematian sebanyak 32 ekor, sehingga populasi akhir menjadi 677 ekor. Selain itu, kegiatan pemeliharaan juga disertai dengan program kesehatan ternak melalui vaksinasi pada fase starter, yaitu vaksin ND IB-AI pada umur 4 hari melalui tetes mulut dan suntikan, vaksin Gumboro pada umur 7 hari melalui tetes mulut, serta vaksin Gumboro lanjutan pada umur 14 hari melalui tetes mulut guna meningkatkan kekebalan tubuh ayam terhadap penyakit.
Dalam pelaksanaan kegiatan penetasan, terdapat kendala berupa kerusakan pada komponen kipas pengantar kelembaban pada mesin tetas. Kerusakan tersebut menyebabkan distribusi kelembaban di dalam mesin tetas menjadi kurang optimal sehingga berpotensi mempengaruhi kestabilan kondisi inkubasi. Kondisi ini dapat berdampak pada kualitas proses penetasan serta berpengaruh terhadap kualitas DOC yang dihasilkan.#Dalam proses pengiriman DOC dari lokasi asal menuju Gorontalo, terdapat kendala yang menyebabkan peningkatan tingkat kematian pada ayam replacement stock. Kematian tercatat sebanyak 27 ekor yang diduga disebabkan oleh stres selama perjalanan. Hal ini terjadi karena adanya perubahan jadwal kedatangan akibat kondisi cuaca buruk. Informasi awal menyebutkan bahwa DOC dijadwalkan tiba di Gorontalo pada pukul 14.00 WITA, namun pesawat yang membawa DOC tidak dapat langsung mendarat di Bandara Makassar karena cuaca yang tidak memungkinkan. Penerbangan kemudian dialihkan ke Balikpapan sambil menunggu kondisi cuaca membaik. Akibatnya, waktu perjalanan menjadi lebih lama dan DOC baru tiba di Bandara Gorontalo pada pukul 19.00 WITA, sehingga sebagian DOC mengalami kelelahan dan dehidrasi.
Sebagai langkah penanganan, dilakukan penggantian komponen kipas pengantar kelembaban pada mesin tetas yang mengalami kerusakan. Penggantian tersebut bertujuan untuk mengembalikan fungsi sirkulasi udara dan distribusi kelembaban di dalam mesin tetas agar kembali stabil sesuai standar penetasan. Dengan perbaikan tersebut diharapkan proses penetasan dapat berlangsung secara optimal sehingga kualitas DOC yang dihasilkan tetap terjaga.#Untuk mengatasi kondisi DOC yang mengalami stres dan dehidrasi akibat perjalanan yang cukup lama, dilakukan penanganan awal segera setelah DOC tiba di lokasi kandang. Penanganan tersebut dilakukan dengan memberikan air minum yang dicampur dengan vitamin serta air gula untuk membantu memulihkan kondisi tubuh DOC, meningkatkan energi, dan mengurangi dampak stres pasca transportasi. Selain itu, DOC segera ditempatkan pada kandang brooding yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan suhu yang sesuai agar proses adaptasi berlangsung lebih cepat dan kondisi kesehatan ayam dapat kembali stabil. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan tingkat kematian serta mendukung keberhasilan pemeliharaan ayam replacement stock pada fase awal pertumbuhan
Maret 2026
1.Pemeliharaan replacement DOC-fase starter umur 6 Minggu Dengan Populasi 674 Ekor dengan jenis Ayam Janaka 476, Gaosi 98 ekor dan Narayana 100 ekor#2. Pemeliharaan Fase Layer Umur 60 minggu Dengan total populasi indukan 374 ekor, yang terdiri dari dari janaka 218 ekor, Gaosi 119, dan Narayana 35 ekor. Produksi Telur sebanyak 2.891 butir dengan menghasilkan DOC sebanyak 2.548 ekor.
1. Penurunan Produksi telur pada Ayam fase Layer yang diakibatkan oleh indukan yang sudah memasuki fase Afkir #2. Produksi DOC terkendala dengan rusaknya komponen mesin penetasan yang mengakibatkan penurunan produksi DOC
1. Memaksimalkan pemeliharaan calon indukan sebagai pengganti indukan lama #2. Segera mengganti komponen yang rusak sehingga hasil penetasan kembali membaik