Upaya untuk mengatasi permasalahan utama pada lahan dibawah tegakan tanaman perkebunan yaitu cekaman kekeringan dan adanya naungan dapat melalui rekayasa teknik budidaya dan perakitan paket teknologi spesifik lokasi dengan berbasis pengetahuan karakteristik tanaman jagung pada lahan kering. Peningkatan produksi di lahan marjinal, termasuk lahan di bawah tegakan, dapat dicapai melalui perbaikan: (1) potensi hasil, (2) tingkat adaptasi tanaman terhadap cekaman abiotik dan biotik, serta (3) teknik budi daya berbasis pengetahuan fisiologi atau ekofisiologi tanaman. Peningkatan produktivitas tanaman sela pada lahan di bawah tegakan tanaman tahunan dengan intensitas cahaya rendah akan dapat dicapai melalui perbaikan potensi hasil untuk menghasilkan varietas berdaya hasil tinggi dan perbaikan adaptasi tanaman untuk menghasilkan varietas toleran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah melalui perakitan paket teknologi budidaya jagung yang mampu menghasilkan tanaman jagung yang tetap tumbuh baik dan berproduksi tinggi meskipun berada pada kedua kondisi lingkungan tersebut (cekaman kekeringan dan adanya naungan). Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu 1) Menghasilkan paket teknologi budidaya jagung toleran kekeringan, dan naungan dan 2) Mengetahui kelayakan usahatani jagung toleran kekeringan dan naungan. Keluaran dari kegiatan ini yaitu 1) Paket Teknologi Budidaya Jagung Toleran Kekeringan dan Naungan (BUJANA) dan 2) Data dan informasi kelayakan usahatani petani terhadap introduksi teknologi

1.    Secara teknis, rakitan paket teknologi introduksi budidaya jagung pada cekaman naungan (persentase naungan 42.5 persen) dan pada cekaman kekeringan (curah hujan rata-rata 108.4 mm per bulan) terbukti layak karena dapat meningkatkan produktivitas rata-rata jagung, dibandingkan teknologi eksisting petani (konvensional). Produktivitas rata-rata jagung BUJANA meningkat  dari 1706.43 kg/ha menjadi 2939.45 kg/ha (meningkat 72%) dengan penerapan teknologi introduksi. Produktivitas tertinggi yang dapat dicapai teknologi introduksi pada lahan dengan cekaman naungan dan kekeringan yaitu sebesar 3916 kg/ha, yang dicapai oleh introduksi teknologi dengan jagung hibrida varietas JH 27. Teknologi BUJAKA mampu meningkatkan produktivitas rata-rata jagung sebesar 46% dibandingkan teknologi eksisting petani. Produktivitas rata-rata jagung meningkat  dari 3567.01 kg/ha menjadi 5215.95 kg/ha. Varietas jagung JH 37 mencapai produktivitas tertinggi sebesar 7381 kg/ha. 
2.    Secara financial, rakitan paket teknologi introduksi budidaya jagung pada cekaman naungan dan cekaman kekeringan juga dikatakan layak karena perubahan dari penggunaan teknologi konvensional ke teknologi introduksi jagung memberikan tingkat pengembalian (R) sebesar 1,89 pada teknologi BUJANA, dan 2.36 pada teknologi BUJAKA (R >1)


Penulis : Fatmah Sari Indah Hiola, SP